Manajemen Risiko Dan Proyek
Tugas Softskill Manajemen Risiko Dan Proyek
=================================
Penanganan Resiko Perubahan Iklim terhadap Pertanian
1.Pendahuluan
2.Isi
Disebutkan, perubahan iklim itu telah terjadi dalam kurun waktu 20 tahun terakhir. Saat ini awal musim kemarau datang 10-60 hari lebih cepat dari biasanya dan musim hujan pun lebih lambat 10-30 hari. Curah hujan di musim kemarau semakin turun, sementara saat musim penghujan curah hujannya bertambah. Menurut Gatot Irianto, Direktur Pengelolaan Air pada Departemen Pertanian, dampak perubahan iklim terhadap pertanian sebenarnya tidak langsung. Biasanya diawali dengan musim yang kacau serta munculnya bencana banjir dan kekeringan. Dalam studinya dalam intensitas anomali kuat. Maka kehilangan masa tanam bisa mencapai lima dasarian. Itu terjadi musim kemarau maju lebih cepat tiga puluh hari dan musim hujan mundur 20 hari. Ini di Subang yang merupakan sentra produksi pangan. Tapi kalau anomalinya sedang ini mundurnya cuma 20 hari. Bandingkan kalau tidak mengalami anomali, masa tanamnya ada tambahan 50 hari atau setengah siklus dari tanaman padi. Hal itu ditengarai sebagai dampak nyata dari pemanasan global. Petani, semakin kesulitan untuk memprediksi musim tanam akibat pergeseran musim.
Menurut data dari berbagai media, petani di beberapa wilayah telah menderita kerugian gagal panen dan puso akibat bencana iklim ini. Di Sulawesi Barat misalnya, sekitar 4.000 hektar tanaman padi usia 10-15 hari dipastikan gagal panen karena kekeringan akibat jebolnya tanggul Bendungan Sekka-Sekka, Kabupaten Polewali Mandar. Jika bendungan tidak segera diperbaiki, kurang lebih 12.535 hektar sawah terancam gagal panen. Sementara itu, sekitar 4.192 hektar tanaman padi di Kecamatan Sukolilo dan Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati, Jateng, puso akibat banjir. Demikian juga di Kudus, Jawa Tengah sekitar 1.100 hektar tanaman padi puso. Kondisi serupa pun dialami oleh petani di daerah lain di Indonesia.
3.Penutup
Dari uraian di atas, nampak jelas bahwa penanganan masalah perubahan iklim dalam konteks pembangunan membutuhkan manajemen risiko iklim secara efektif, dan pada saat bersamaan juga mampu mengembangkan sistem pembangunan yang tahan terhadap dampak perubahan iklim jangka panjang. Upaya tersebut membutuhkan pendekatan lintas sektor, baik pada tingkat nasional, regional, maupun lokal. Di samping itu, kita tidak boleh lupa bahwa upaya adaptasi harus disertai upaya mitigasi karena upaya adaptasi tidak akan dapat efektif apabila laju perubahan iklim melebihi kemampuan beradaptasi.
sumber:http://www.gerdutaskin-jatim.web.id/v3/index.asp?a=detail&what=artikel&ID=83

Sandi Nday Rahayu


Mengutip pendapat atau tulisan seseorang ada ketentuannya Hal yang perlu diingat adalah